Rabu, 21 Maret 2012

10 Tips Menulis Lagu

Kemampuan menulis lagu bukanlah sebuah keharusan tetapi merupakan sebuah keuntungan besar jika dimiliki seorang penyanyi. Alasan paling gamblang saja, jika penyanyi tersebut hendak merekam sebuah album, tanpa kemampuan menulis lagu ia harus bergantung kepada orang lain dalam urusan materi lagu, dan berbagi keuntungan pula. Selain itu, penyanyi yang juga menulis lagu sendiri secara otomatis menjadi lebih orisinil dalam bermusik, dan pun saat membawakan lagu orang lain ia tahu bagaimana proses kreatif lagu tersebut dan bisa membawakannya lebih bagus.

Menulis adalah proses kreatif yang sangat menyenangkan. Saat menulis kita menuangkan ekspresi dan cerita kepada calon pendengar kita nantinya. Bagaimana memulainya? Berikut ini beberapa hal yang membantu saya dalam menulis.

1. Tentukan tema cerita terlebih dulu
Bahkan lagu instrumental tanpa lirik pun memiliki tema. Tema menentukan ‘feel’ dari lagu tsb. Apakah lagunya sedih, atau ceria, semua dimulai dari tema.

2. Mengambil tema dari sekeliling kita
Tema cerita bisa kita dapatkan dari kisah hidup kita sendiri, bisa dari cerita hidup teman, bahkan bisa dari koran dan TV. Jangan mentok di tema cinta, masih ada tema tentang lingkungan hidup, politik, keluarga, bahkan religi sekalipun.

3. Deskriptif dalam tulisan
Gambarkan suasana ‘setting’ dalam lagu kita untuk memberi kedalaman bagi pendengar. Di mana anda berada, warna-warni di sekeliling kita, dingin atau panas, luas atau sempit, dsb.

4. Menulis seperti berbicara pada seseorang
Jika anda menulis tentang ayah anda, menulislah seperti anda berbicara padanya. Misalnya, “ayah, kau telah mengajariku, dan aku berterima kasih kepadamu”.

5. Jangan takut menulis
Tulis saja dulu apapun ide yang ada di kepala anda. Ingat bahwa anda bisa mengeditnya kapan saja. Salah satu rahasia menulis terletak pada proses edit, bukan saat mulai menulis.

6. Tentukan form
Dengan menentukan form kita mensetting layout lagu kita. Untuk lagu pop, form standar adalah sebagai berikut:
Intro – Verse 1 – chorus – verse 2 – chorus – bridge – chorus – ending

7. Elemen untuk memulai
Sebuah lagu bisa saja dikembangkan dari lirik, bisa juga dari sebuah riff, dari sebuah pola ritmik, dari melodi, dan bisa juga dari kord. Jangan menutup berbagai kemungkinan tersebut, buka ruang untuk eksplorasi.

8. Simpanlah koleksi ide anda
Kadang kala muncul ide di kepala anda, bisa berupa elemen di atas, simpan saja di sebuah buku ide, atau rekam dengan HP anda. Saat anda duduk untuk mengerjakan lagu anda, koleksi ide tsb dapat anda buka untuk referensi.

9. Penulisan kalimat yang lebih fleksibel
Dalam menulis lagu, penulisan kalimat tidaklah harus mengikuti pola penulisan yang baik dan benar, melainkan lebih fleksibel. Hal ini demi mencapai alur kalimat serta rima yang enak didengar. Misalnya “aku cinta padamu” bisa saja menjadi “padamu aku mencinta”.

10. Dengarkan lagu lain
Beberapa penulis lagu merasa takut mendengarkan lagu lain saat proses penulisan berlangsung. Biasanya mereka takut terpengaruhi oleh lagu tersebut. Bagi saya justru sebaliknya, mendengarkan lagu lain dapat memberi referensi, serta membantu kita untuk tetap terbuka pada segala kemungkinan karena kita tidak menutup diri.

Demikian beberapa tips yang mebantu saya dalam menulis lagu. Semoga tulisan ini bisa membantu bagi anda sudah menjadi penulis lagu maupun anda yang baru memulai.

Suara Serak atau Habis

Permasalahan yang ditakuti oleh kebanyakan vokalis adalah suara serak atau habis tiba-tiba. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan hal ini, antara lain adalah terjadinya iritasi, infeksi seperti flu, alergi, teknik yang salah, dan yang paling umum ditemui penyanyi, nodule atau benjolan pada pita suara. Jika anda mengalaminya dalam jangka waktu yang lama dan tidak kunjung sembuh, sangat disarankan untuk periksa kepada dokter spesialis THT (Telinga Hidung dan Tenggorok).

Saat pita suara mendapat tekanan yang cukup lama tanpa pelenturan atau pemanasan sebelumnya, maka pita suara kita akan lelah, iritasi dan mengalami pembengkakan. Jika hal ini terjadi, maka pita suara tidak dapat menutup sempurna dan tidak dapat bergetar seperti semestinya. Hal ini yang menyebabkan suara yang dihasilkan tidak sempurna atau serak.

Memaksakan diri untuk menyanyi dalam kondisi suara serak hanya akan membuat keadaannya semakin parah. Mungkin saat anda menyanyi tidak terasa apa-apa dan suara anda bisa keluar seperti biasanya, tetapi secara tidak sadar, saat menyanyi tersebut kita memberi tekanan lebih banyak pada pita suara kita untuk bisa menghasilkan suara, dan hasilnya setelah anda turun panggung, suara anda kemungkinan besar sudah habis sepenuhnya dikarenakan pita suara anda semakin bengkak.

Nodule atau benjolan pita suara
Sebetulnya menyanyi dalam kondisi serak seperti disebutkan di atas tidak berbahaya jika dilakukan satu kali dan sebentar saja. Namun jika terus menerus dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama, maka pembengkakan pita suara akan semakin parah, hingga akhirnya muncul semacam benjolan atau bintil pada kedua sisi pita suara yang mengganjal hingga pita suara tidak bisa menutup sempurna, menyebabkan seseorang sulit sekali memproduksi suara untuk bernyanyi. Nodule pada pita suara ini bisa sementara, tetapi bisa menjadi permanen saat benjolan mulai membesar dan mengeras.

Puasa vokal dan operasi
Jika anda didiagnosa dengan nodule, maka yang bisa anda lakukan adalah puasa vokal, yaitu tidak bernyanyi dan tidak berbicara (juga tidak berbisik) dalam jangka waktu tertentu. Untuk kasus yang tidak terlalu berat, satu hingga dua minggu biasanya cukup untuk menghilangkan bengkak pada pita suara. Tetapi untuk kasus yang cukup berat bisa saja dokter anda akan menganjurkan anda berpuasa vokal selama dua bulan. Terapi puasa vokal ini adalah terapi yang paling praktis dan murah untuk mengembalikan suara anda.

Metode lainnya adalah tindakan operasi untuk menghilangkan nodule pada pita suara anda, tetapi anda tetap harus berpuasa vokal setelah dioperasi untuk masa penyembuhan. Beberapa penyanyi terkenal sudah pernah mengalami hal ini. Biasanya setelah ini baru mereka mulai sadar akan pentingnya teknik vokal dan latihan vokal dengan teratur untuk menjaga aset nomor satu yang mereka miliki.

Cegahlah hal ini terjadi pada anda!

Minggu, 11 Maret 2012

Tuning Snare

Kenapa tuning snare itu penting? Pertama karena bagi banyak drummer snare adalah pusat/jantung dari drum kit kita. Itu kenapa sound snare sangat penting. Banyak yang bilang bahwa suara dari snare merupakan ciri khas dari seorang drummer. Untuk melakukan tuning snare pertama harus meluangkan waktu minimal 30 menit/snare untuk memastikan tuning tidak buru-buru dan hasilnya oke. Lalu cari posisi senyaman-nyamannya sehingga tuning snare bisa optimal, jangan di tempat yang terlalu sempit kalo bisa jangan berisik/gaduh dan jangan di ruangan lembab. Pertama-tama posisi snappy harus off untuk mengurangi suara buzz dan ketidakseimbangan tuning pada semua tuning rods. Lalu kendorkan semua tuning rods baik di sisi batter (atas) dan reso (bawah), kendorkan tapi jangan sampai lepas tuning rods'nya.

Apa maksud di kendorin tapi jangan sampai lepas? Begini, posisi ini dinamakan finger tight yang artinya posisi tuning rods yang masih bisa di kencengin sedikit-sedikit pake jari tangan hingga posisi dimana tidak bisa lagi di kencengin karena sudah keras dan harus dilanjutkan pake drum key. Nah.. begitu semua tuning rods dalam keadaan finger tight, kita mulai dari sisi reso dulu menggunakan pedoman urutan seperti gambar di bawah ini:






















Gambar di atas bisa di gunakan juga untuk tuning tom dan kick tergantung jumlah lugsnya.

Tuning snare bgian reso dulu ya, snare pada umumnya 10 lugs jadi kita ikutin urutan 1-10 seperti gambar tadi. untuk setiap angka 1-10 putar tuning rods dengan drum key sebanyak 1 putaran penuh (360 derajat-1lingkaran) di urutkan dari titik 1-10. Tuning titik 1-10 kita sebut "1 ronde", nah setiap 1 ronde selesai kita harus menekan head'nya. Untuk apa? Ini supaya head benar-benar contact/nempel ke shell drum. Ini penting supaya suara yang dihasilkan optimal. Tuning titik 1-10 sebagai "ronde 1" berlaku juga untuk batter.

Faktor penting yang membedakan adalah berapa kali putaran batter dan reso. Prinsip atau rumus dasarnya adalah suara seperti apa dari snare yang mau dicapai. Prinsip berikut adalah tuning pada reso akan menentukan respon dari snare (sensitif ga) dan apakah suaranya fat dan deep atau attack snap. Sementara tuning pada batter akan menentukan pitch/nada suara snare tersebut tinggi atau low. Kalo mau suara cenderung fat deep, tuning reso sebaiknya lebih kendor dari batter. Suara fat/deep rumus umumnya: reso 1 atau 1,5 kali putaran, batter 2,5-3 kali putaran. Batter bisa disesuaikan dengan pitch yang ingin di dapat. Suara attack snap quick rumus umumnya: reso 3-3,5 putaran dan batter 2-2,5 putaran. Batter juga disesuaikan dengan pitch yang ingin di dapat.

Ingat, tune bagian reso duluan baru batter setiap 1 ronde tuning (point 1-10 untuk snare 10 lugs) tekan head'nya dengan 2 tangan, ini berlaku untuk bagian reso maupun batter. Untuk memastikan tuningan di setiap point 1-10 rata bisa di cek dengan cara dipukul satu persatu secara bersebrangan 1 ke 2, 3 ke 4, 5 ke 6 dst. Sebisa mungkin semuanya memiliki nada yang sama. kalo ga, suara snare nanti berpotensi agak bindeng/berdengung.

Sumber: snaredrumfreakz

Sabtu, 10 Maret 2012

Apa Itu Drum?

Drum sebenarnya bermacam-macam. Ada snare, tom-tom, bass, conga, tymbal, mondo, bedug, tabla... dll, mereka sebenarnya adalah drum, karena memainkannya dengan cara dipukul. Tetapi yang kita bahas adalah DRUMSET, yang bisa dibilang bentuk drum paling modern. Drumset itu sendiri sebenarnya terdiri atas 3 drum, yaitu Snare, tom-tom dan bass drum. Untuk tom-tom masih dapat dibagi dua lagi, yaitu: Mounted tom dan floor tom-tom (tergantung dari peletakan dan diameter saja). Dari ketiga unsur tersebut masih ada beberapa unsur penting lagi, yaitu cymbal, hardware (pedal, hihat stand, cymbal stand, snare stand, tom holder/tom stand) dan drumhead.

Tom-tom terdiri atas berbagai macam ukuran baik dalam kedalamannya dan diameternya. Ukuran suatu drum biasnya ditulis 12x10 yang maksudnya adalah kedalamannya 12 inchi dan diameternya 10 inchi. Diameter tom-tom bervariasi, biasanya tom-tom paling kecil berdiameter 6", dan berlanjut ke 8", 10", 12", 13", 14", 15", 16", 18" dan 20". Ukuran tom-tom 14" keatas dapat digolongkan sebagai floor tom-tom, tetapi tergantung dari peletakannya juga. Tom-tom menggunakan 2 drumhead, atas dan bawah, kecuali pada tahun 70-an dimana tom-dan bass drum hanya menggunakan 1 drumhead saja, dan suaranya jelek sekali. Badan tom-tom atau yang biasa disebut dengan shell terbuat dari kayu. Untuk drum kelas pemula biasanya menggunakan kayu Mahogany dan untuk kelas professional biasanya menggunakan kayu Birch dan Maple. Kayu Birch dan Maple lebih mahal karena menghasilkan suara atau tone yang bulat dan jernih. Kayu pada tom-tom biasanya mempunyai ketebalan dari 4 sampai 10 mm. Semakin tipis kayu maka suara yang dihasilkan semakin kaya dan sensitive. Sedangkan semakin tebal kayu suara yang dihasilkan semakin keras, tetapi suaranya tidak terlalu kaya dan kurang sensitive.

Bass drum tidak terlalu berbeda dengan tom-tom, hanya bass drum mempunyai diameter yang lebih besar, 16", 18", 20", 22", 24" dan bahkan 26" atau lebih. Dan bass drum dipukul dengan menggunakan pedal dan ditaruh dibawah. Tetapi suara bass drum tidak seperti tom-tom yang bersuara "Dung..." tetapi cenderung bersuara "Dug..." (lebih mati suaranya). Kayu bass drum cenderung lebih tebal untuk menghasilkan suara yang lebih keras dan untuk ketahanan drum itu sendiri.

Snare drum adalah drum yang paling berbeda diantara lainnya (dari bentuk dan suaranya). Dan snare drum merupakan unsur utama dari drumset (yang paling sering dipukul). Drum ini biasanya berukuran 10" sampai 15", tetapi yang paling biasa digunakan adalah ukuran 14". Yang membuat perbedaan pada snare drum yaitu pada bagian bawah drum tersebut. Di bawahnya menggunakan kawat-kawat yang berbentuk spiral atau yang sebenarnya dinamakan Snare Wire /Strainer. Benda itulah yang membuat perbedaan pada snare drum. Jika anda memukul head atasnya maka snare wire dibawah segera merespon, dengan cara 'memukul' kembali head bawah dan menghasilkan suara yang tajam. Maka dari itu, sebenarnya 'nyawa' dari snare drum terletak pada snare wirenya. Jika snare wirenya dilepas maka suara yang dihasilkan hampir sama dengan tom-tom.


Cymbal, lagi-lagi merupakan 'nyawa' bagi drumset, karena hampir tidak mungkin bermain drum tanpa cymbal (ibaratnya seperti makan nasi tanpa nasi, nggak makan donk...). Cymbal terdiri atas 4 jenis mereka yaitu:

  1. Hihat cymbal:
    'Jantungnya' cymbal dan drum. Berguna untuk menjaga waktu/tempo. terdiri atas sepasang cymbal. berukuran 8" sampai 15". Ukuran standart 14"
  2. Ride cymbal:
    Sama fungsinya dengan hihat tetapi dengan bentuk dan suara yang berbeda. Hanya terdiri dari satu cymbal tetapi berukuran besar 18" sampai 22". ukuran standar 20"
  3. Crash cymbal:
    Berguna untuk memberi phrase/nada pada suatu lagu. Berukuran 13" sampai 22" tergantung dari selera pemain.
  4. Efek cymbal:
    Efek cymbal terdiri atas Splash, bell, china dan swiss. Berguna untuk memberi 'warna' khusus pada suatu lagu. Splash dan bell biasanya berukuran 6" sampai 12" dan untuk china dan swiss biasanya berukuran 16" sampai 22".
Hardware terdiri atas berbagai macam bentuk dan fungsi:
  1. Pedal:
    Berguna untuk memukul bass drum, juga tersedia double pedal, yaitu pedal yang menggunakan 2 pedal dan 2 pemukul atau beater untuk mendapatkan suara yang lebih pada bass drum.
  2. Hihat stand:
    Untuk menempatkan hihat cymbal yang terdiri atas 2 buah cymbal sehingga anda dapat membuka dan menutup kedua cymbal itu dengan kaki kiri anda.
  3. Cymbal stand:
    Untuk menempatkan segala macam jenis cymbal kecuali hihat.
  4. Snare stand:
    Untuk menempatkan Snare drum dan anda dapat merubah posisinya sesuka anda.
  5. Tom holder/tom stand:
    Berguna untuk memasang tom-tom.
Drumhead mempunyai ukuran, type, fungsi dan ketebalan yang berbeda. Drumhead terdiri atas 3 bagian; Pertama Batter head, yaitu drumhead yang dirancang khusus untuk dipukul. Kedua, Resonant hanya ditaruh pada bagian bawah tom-tom dan bagian depan bass drum. Head ini tidak untuk dipukul, head ini berguna untuk memberi 'hidup' pada tom-tom dan bass drum. Dan terakhir adalah snare side, khusus hanya untuk ditaruh dibagian bawah snare untuk mendapatkan suara snare wirenya. Snare side merupakan head yang paling tipis. Ingat, tidak untuk dipukul.

Sumber: http://www.klinikdrum.com

YOUR AMP = YOUR FASHION STATEMENT

Yup, that's true. Amplifier adalah instrument yang paling lama berdiri di atas panggung, jauh lebih lama dari pada musisinya sendiri. Amplifier itu juga adalah fashion statement karena image player, karakter sound dan karakter bandnya sendiri bisa ditunjukan dari amplifier. Malahan, amplifier juga berfungsi sebagai 1 hal yang jarang orang "notice"... yaitu sebagai dekorasi panggung...hehehhe.

Yngwie J. Malmsteen, gitaris speed metal tercepat ketika manggung bisa kita lihat berdiri didepan speaker Marshall sampai 10 buah... sering juga disebut "wall of marshalls". Padahal dari sekian banyak, mungkin hanya 3 yang berbunyi. Jimi Hendrix juga bisa kita lihat ketika manggung, dibelakangnya berdiri sekitar 4 - 5 ampli Marshall Plexi. The Beatles bisa kita lihat berdiri di sebelah VOX AC30, Bahkan Brian May bisa kita lihat berdiri dihadapan 9 ampli VOX AC30.

Yang lucu, banyak juga dari player itu hanya membawa case speaker marshall tanpa isi apa-apa hanya untuk dekorasi. 3 buah Marshall Plexi dengan volume crank-up full sudah membuat kuping kita pengang dan kalau dilakukan dengan waktu yang lama, bisa berbahaya. Kebayang kalo 9 ampli dipasang full depan kuping kita...yang bener ajeeee...

Mengutip kata-kata Eka The Brandals "panggung adalah battle ground sebuah band", semua karakter, personality dan musik dari suatu musisi dibuktikan lewat stage performance. Sekarang kalau kita melakukan ceksound, lalu kita naik ke panggung dengan membawa peralatan, di panggung sudah berdiri hardcase amplifier Mesa Boogie dual rectifier dikunci gembok dengan label "SERINGAI". Secara tidak langsung, ampli itu meng-intimidasi musisi lain seolah-olah berkata "hey, Seringai is here...watch out!". Seperti juga kalau kita melihat 3 ampli Orange berdiri diatas panggung, kita bisa tahu kalau NIDJI akan bermain dipanggung yang sama. Seolah genderang perang sudah ditabuh dan amplifier adalah meriam besar.

Selain itu juga, ada indikasi kalau band yang menaruh ampli diatas panggung dan meninggalkannya disana adalah band yang "cukup besar" atau setidaknya memiliki beberapa orang crew yang bisa membantu mengangkat ampli itu. Dengan begitu, prestige dari band itu juga lumayan terangkat dan tidak bisa dianggap "remeh" oleh panitia acara.

Memang, image itu penting bagi sebuah band dan amplifier adalah "bendera pusaka" yang bisa meng-intimidasi lawan.

HOW TO BE A SIGNIFICANT GUITARIST

Sebetulnya, tidak ada tips and tricks mengenai hal ini. Industri musik adalah sama seperti industri lainnya yaitu BISNIS. Banyak sekali musisi yang tidak mengetahui akan hal ini hingga menyebabkan mereka gagal di industri keras ini. Ketika seseorang sudah berniat menjadi gitaris, mereka seolah meninggalkan semua pelajaran yang diajarkan di sekolahnya. Kebanyakan dari mereka sangat fokus ke skill dan melupakan dunia luar dan menjadi anti-sosial. Mengurung diri di kamar dan mengulik lagu selama berjam-jam itu sah saja tetapi biasanya tidak diimbangi dengan social networking sehingga ketika tiba saatnya keluar kamar dan memperlihatkan skill, mereka tidak tahu harus kemana.

Menurut saya, musisi itu harus bisa menjual diri.... ya, sell yourself, itulah yang dibutuhkan di industry ini agar orang notice bahwa anda adalah seorang gitaris berbakat yang bisa bermain sangat cepat. Oh, tetapi apa yang terjadi? Ketika anda sudah berada di luar kamar hasil berjam-jam mengulik lagu, anda mendapati bahwa sangat banyak sekali gitaris seperti anda, bahkan yang lebih cepat dari pada anda. Apa yang akan terjadi kemudian? Anda akan tenggelam diantara sekian banyak gitaris tersebut dan jangan harap bahwa anda akan dikenal dan menonjol karena anda hanya 1 dari sekian banyak gitaris yang bermain tipikal.

Apa yang akan anda lakukan?

Hhmm... mungkin memperbanyak referensi adalah salah satu hal yang bisa dilakukan. Bukalah pikiran anda dengan berbagai macam musik di dunia ini. Cobalah melihat dari sisi musik bukan skill. Nikmati saja musiknya, bukan image-nya, karena sekarang kita banyak sekali mendapati image musik itu lebih berpengaruh dari pada musiknya. Misalnya, anda tidak mau mendengar musik dangdut karena takut dibilang kampungan (maaf, ini hanya contoh saja). Disini, anda adalah korban dari pada kepicikan pikiran anda sendiri. Anda “melihat” musik bukan “mendengar” musik.

Hal berikutnya yang bisa anda lakukan mungkin adalah introspeksi diri sendiri. Cobalah anda berkaca sambil bermain gitar, lalu tanya pada diri sendiri “sebetulnya, style gue nih gimana sih?”. Bisa juga dengan menulis 10 kelebihan dan 10 kekurangan anda dalam bermain gitar. Disini akan terlihat sebetulnya, tipe gitaris seperti apa anda. Apakah anda sebetulnya hebat di tapping? Apakah anda jago sweeping? Apakah anda konstan dalam rhythm?

Dengan melihat kelebihan diri sendiri, anda akan menyadari bahwa anda adalah seseorang dengan beberapa kelebihan dan sebaiknya anda mulai semakin mendalami kelebihan ini dan tidak terlalu memikirkan kekurangan anda. Bahkan apabila mungkin, jadikan kekurangan anda ini sebagai kelebihan. Misalnya, anda ternyata sangat asyik bermain rhythm tetapi lemah dalam bermain lead. Manfaatkan rhythm anda itu menjadi kelebihan dengan memainkan beat dan tempo serta groove, lupakanlah mengisi lead gitar karena anda sucks... ya, anda payah bermain lead, jadi manfaatkanlah kelebihan rhythm anda.

Ingat, anda adalah produk. Suatu produk harus mempunyai USP (Unique Selling Point) untuk bisa mendapat attention diantara sekian banyak produk. USP itu didapatkan dari research. Ketika anda bergaul, anda sudah melakukan research. Anda akan semakin notice kalau anda mempunyai beberapa kelebihan yang tidak dimiliki orang lain di dunia musik ini. So, lakukan research sebanyak mungkin dan akan lihat dimana anda bisa fit-in dan disitulah anda akan dikenal karena anda unik. Anda akan menjadi beda dari gitaris lain dan mempunyai karakter permainan sendiri.



Oleh : Iman Fattah
Penulis adalah anggota forum Gitaris.com yang juga bekerja sebagai music director dan produser rekaman.

Iman Putra Fattah
Music director

Postur dan Posisi yang Baik Untuk Penyanyi

Postur Penyanyi

Postur yang baik adalah modal penting bagi vokalis agar dapat mengoptimalkan kerja vokalnya. Seperti halnya pianis yang melatih postur duduknya dan posisi tangan dan jari-jarinya, vokalis juga melatih postur tubuh untuk menyanyi. Postur penyanyi sangat berkaitan erat dengan kinerja organ pernafasan.
Pada dasarnya postur yang baik bagi penyanyi adalah postur yang aligned atau lurus tanpa harus terlalu tegak dan tetap relaks. Pada posisi berdiri, bayangkan titik tertinggi tubuh anda yaitu kepala bagian atas terkait pada seutas tali yang menggantung ke langit-langit sehingga posisi kepala anda tidak menunduk maupun mendongak, dada agak tinggi tetapi tidak membusung, bahu relaks, kaki terbuka selebar bahu. Postur dasar ini membuat kandang rusuk dan paru-paru leluasa mengembang serta saluran pernafasan membentuk silinder sehingga laju udara tidak terhambat.
Latihan yang cukup mudah adalah dengan menyandarkan punggung pada tembok, hingga bagian belakang tubuh dan kepala anda merata. Tetapi tetap harus terasa natural posisinya. Lalu ada baiknya juga bagi pemula untuk melihat posturnya di cermin, apakah terlalu membusung, terlalu bongkok, dsb.
“Lalu, bagaimana jika menyanyi di panggung? Masa harus lurus seperti itu, kaku dong.” Nah, kita bandingkan dengan latihan karate, ketika berlatih pukulan, posisi jari saat mengepal, posisi kuda-kuda, serta gerakan memukul diatur sedemikianrupa, namun saat sparing full contact tentu tidak harus begitu, tubuhnya yang sudah terlatih dengan otomatis mempertahankan kondisi optimal pukulan tersebut tanpa harus jadi kaku. Begitu pula dengan vokalis. Selamat berlatih!

1. Latihan Fisik Untuk Vokalis
Latihan berikut bertujuan untuk membantu kita melakukan pemanasan dan relaksasi tubuh sebelum melakukan latihan menyanyi.
Berdiri tegak dengan kedua tangan di samping, bernafas secara normal, dan biarkan kepala dan pundak dalam keadaan relaks setiap saat.
Turunkan dagu ke arah dada, lalu mulailah melakukan gerakan memutar leher dan kepala ke kiri, lalu ke atas dan belakang (sedikit saja), ke kanan, lalu kembali ke posisi bawah sepeti semula agar gerakan membentuk lingkaran. Lakukan ini seraha jarum jam dan sebaliknya masing-masing 5 kali.
Naikkan pundak ke arah kepala, perlahan lakukan gerakan memutar ke belakang, ke bawah, lalu ke depan, ulang gerakan ini 5 kali setelah itu lakukan ke arah yang berlawanan. Setelah selesai, goyangkan tangan untuk melepaskan ketegangan.
Bungkukkan tubuhmu ke bawah sejajar dengan pinggang dengan tangan dibiarkan jatuh ke lantai, lalu perlahan naik ke posisi tegak dengan tangan bergerak ke atas kepala sehingga lurus ke atas, lalu gerakan tangan ke arah samping secara perlahan sampai kembali kepada posisi semula. Lakukan latihan ini 5 kali.
Sambil menjaga kepala tetap relaks dan menghadap ke depan, buka mulut dan menguap, lakukan hal ini 2 kali, setelah itu tarik nafas panjang sepanjang 5 hitungan dan hembuskan nafas perlahan selama 15 hitungan.

2. Postur Duduk yang Baik
2.1. Tujuan
Tujuan melatih postur duduk yang baik dalam berlatih dan/atau performance antara lain adalah :
A. Bernafas dengan baik, adalah salah satu hal yang terpenting untuk dimiliki seorang musisi.
B. Posisi duduk yang benar memberi informasi kepada kondaktor bahwa kita dalam keadaan yang siap.
C. Terlihat professional sama pentingnya dengan terdengar professional.
2.2. Langkah duduk yang baik
A. Berdiri tegak di depan kursi anda sehingga bagian depan kursi menyentuh bagian belakang kaki anda.
B. Menjauh sekitar 1/4 langkah dari kursi.
C. Dalam satu gerakan yang halus dengan tatapan tetap tertuju kepada conductor duduk di 1/3 bagian kursi, setelah duduk jangan bergerak mundur atau bergeser lagi, dengan posisi duduk yang seimbang, memudahkan anda untuk berdiri kembali dengan gerakan yang halus.
D. Setelah dalam keadaan duduk, bayangkan ada seuntai tali terpatri pada bagian atas kepala anda dan langit-langit.
Posisi duduk dengan baik akan membuat tubuh anda mudah bernafas juga mata anda lebih mudah untuk melihat conductor selain itu juga menjaga tenggorokan anda terus terbuka. Posisi duduk yang baik ini akan memberikan display profesionalisme kepada penonton. Hal di atas penting untuk kesuksesan sebuah pertunjukkan musik.

3. Posisi Tubuh Saat Bernyanyi
seorang vocalist menghasilkan suara dari pita suara, dengan bantuan lidah, tenggorokan, paru-paru, diafragma, serta rongga-rongga wajah dan tubuh. Maka penting sekali untuk memperhatikan posisi dan gerakan tubuh dan wajah saat bernyanyi untuk memaksimalkan kinerja instrumen vocal tersebut.
Beberapa hal yang penting untuk diperhatikan antara lain :
A. Mata selalu memandang ke depan, karena pandangan mata ke arah lain dapat menghambat proses bernyanyi.
B. Otot wajah dalam keadaan relaks. Rasakan bahwa dalam bernyanyi rongga-rongga wajah berfungsi sebagai resonance chamber.
C. Tubuh tegak, untuk mengkondisikan tenggorokan dan saluran udara terbuka membentuk silinder dan memudahkan laju udara.
D. Kaki sedikit terbuka sejajar dengan pundak.
E. Kepala dan leher dalam keadaan tegak lurus.