Minggu, 01 April 2012

Vokalis Dan Monitor Panggung

Monitor panggung adalah sebutan untuk speaker yang ditujukan ke arah panggung, gunanya agar musisi yang sedang tampil bisa mendengar suara dari instrumen mereka sendiri. Ya, karena musik situasi panggung berbeda dengan studio latihan yang kecil dan tertutup, apalagi speaker yang utama diarahkan ke penonton, sehingga musisi membutuhkan speaker lagi di atas panggung untuk mendengar apa yang mereka mainkan. Tanpa adanya monitor panggung, seorang musisi terpaksa mengandalkan pantulan dari venue untuk mendengar apa yang mereka mainkan, dan pantulan bisa menipu karena selain tidak jelas, ritmiknya tidak presisi dan akan terdengar terlambat. Biasanya monitor panggung diletakkan di bagian bawah panggung (downstage) dalam posisi tertidur agar tidak menggunggu visual dari bawah panggung. Kadang ada juga monitor yang berupa earphone, agar panggung terlihat bersih dan rapi. Untuk setting panggung yang besar, biasanya pengaturan monitor panggung ditangani oleh sound engineer sendiri khusus untuk monitor, berbeda dengan sound engineer untuk house speakers atau speaker utama.

Bagi vokalis, yang mana instrumennya sangat mengandalkan pendengaran untuk mengontrol pitch, monitor panggung sangatlah penting. Bayangkan anda menyanyi tanpa bisa mendengar suara anda sendiri, pasti sulit dan tidak nyaman. Maka dari itu pada saat sound check, seorang vokalis harus memberikan perhatian ekstra pada monitor yang ada di hadapannya. Kita bisa mengatur seberapa besar atau kecil volume suara kita sendiri, juga mengatur instrumen apa saja yang ingin kita dengar dan volumenya. Misalnya bagi saya, saya selalu menginginkan suara instrumen harmoni seperti piano atau gitar untuk acuan saya, sementara instrumen seperti drum saya bisa mendengar langsung dari bocoran di atas panggung, karena volume secara akustik sudah cukup besar.

Dalam situasi live, kita bisa memberikan kode kepada sound engineer monitor untuk menaikkan atau menurunkan volume di monitor, biasanya engineer selalu standby di samping panggung jika diperlukan. Kode yang dimenegerti biasanya jika ibu jari tangan kita menunjuk ke atas artinya volume dinaikkan, dan sebaliknya, lalu membentuk lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jari  menunjukkan bahwa sudah sesuai.

Masalah pada monitor
Apa yang terjadi jika monitor tidak berfungsi seperti seharusnya? Jangan panik, sebagai vokalis, kita bisa mengandalkan suara dari dalam. Cara paling mudah adalah menutup telinga sebelah, hal ini sangat membantu kita mendengar suara dari dalam kepala kita karena pantulan telinga yang kita tutup dan mengurangi distorsi dan luar. Tetapi cara ini kurang enak dilihat, seperti menunjukkan bahwa ada yang tidak beres dalam sound system kita. Sebetulnya kita bisa melatih untuk mendengar suara dari dalam ini. Jika kita panik, akan lebih sulit bagi kita untuk melakukannya. Tetap tenang, lalu biarkan telinga kita secara alami menangkap getaran suara yang meresonansi di sekitar kepala, tanpa harus menutup telinga sebelah.

Mengambil Nafas Dari Hidung Atau Mulut?

Banyak penyanyi bertanya, “mana yang benar? Mengambil nafas dari hidung atau dari mulut?” saya menjawab, keduanya benar. Berikut ini penjelasannya.

Masing-masing metode memiliki sisi baik dan buruk tetapi keduanya bisa dilakukan saat bernyanyi. Sebetulnya, hidung lebih cocok untuk mengambil nafas karena hidung dilengkapi dengan “saringan” berupa bulu halus dan lendir. Selain itu, keuntungan mengambil nafas dari hidung adalah hal ini dapat membantu melembabkan pita suara. Hal ini penting ketika kita bernyanyi di dalam ruangan yang ber-AC yang cenderung membuat kering mulut dan tenggorokan. Namun sisi buruk dari metode ini adalah jalur rongga hidung yang lebih sempit dari rongga mulut, dan yang paling mengganggu adalah jika kita sudah terbiasa mengambil nafas dari hidung lalu hidung kita tiba-tiba mampet, atau kita terserang flu, maka hal ini menjadi masalah karena hidung tersumbat.

Di sisi lain, mengambil nafas dari mulut akan membuat mulut dan tenggorokan anda cepat kering, tetapi rongga mulut yang besar memungkinkan kita untuk mengambil udara lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat. Bagusnya lagi, anda tidak perlu khawatir akan masalah hidung mampet dan sebagainya.

Faktor lain yang berpengaruh kepada pemilihan metode di atas, adalah faktor lirik yang akan dinyanyikan. Misalnya anda akan menyanyikan kata “Aku” yang dimulai dengan huruf “A” dan posisi mulut terbuka, maka tentu lebih nyaman untuk mengambil nafas dari mulut karena posisi mulut siap untuk segera mengucap setelah itu. Sedangkan untuk contohnya kata “My love” yang dimulai dengan huruf “M” dengan posisi bibir tertutup rapat, maka lebih enak mengambil nafas dari hidung karena mulut tertutup untuk siap menyanyikan lirik tsb.

Banyak pelatih vokal menganjurkan, untuk membiasakan mengambil nafas dari hidung dan dari mulut, dan dari keduanya secara bersamaan. Maksud dari bersamaan adalah kita mengambil nafas dari hidung, tetapi mulut kita terbuka sedikit untuk membuka jalan yang lebih luas, tetapi cukup membuka sedikit saja.

Demikian artikel hari ini, semoga membantu.